Anggaran Kas

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN ANGGARAN KAS

Pengertian Budget Kas Dimaksudkan dengan Budget Kas (Cash Budget) ialah Budget yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah Kas beserta perubahan-perubahannya dari waktu-kewaktu selama periode yang akan datang, baik perubahan yang berupa penerimaan Kas, maupun perubahan yang berupa pengeluaran Kas, bisa juga disebut bahwa anggaran kas adalah gambaran atas seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran uang tunai yang bertalian dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi lainnya yang menyebabkan perubahan-perubahan pada posisi kas atau menunjukkan aliran kas pada periode tertentu.
Pengertian Anggaran Kas menurut para ahli
Bambang Riyanto menyatakan bahwa cash budget adalah estimasi terhadap posisi kas untuk periode tertentu yang akan datang.
Erich a. Helfert menyatakan bahwa anggaran kas adalah sarana perencanaan bulan demi bilan atau minggu demi minggu yang sangat spesifik, biasanya disusun oleh staf keuangan suatu perusahaan.
Munandar mengemukakan bahwa cash budget adalah budget yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah kas beserta perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang, baik perubahan yang berupa pengeluaran kas, maupun yang berupa penerimaan kas.

2.2 TUJUAN ANGGARAN KAS

Tujuan utama penyusunan anggaran kas (cash budget) adalah untuk:
Memberikan taksiran posisi kas akhir setiap periode sebagai akibat dari operasional perusahaan.
Mengetahui kelebihan atau kekurangan kas pada waktunya, sekaligus untuk menentukan kebutuhan pembiayaan atas kelebihan kas mengangsur untuk investasi.
Menyelaraskan kas dengan total modal kerja, pendapatan penjualan, biaya, dan utang.
 Dipakai sebagai alat pemantau posisi kas secara terus-menerus.
untuk merencanakan penganggaran kas yang seoptimal mungkin, yaitu rencana untuk menyediakan kas yang cukup baik dalam jumlah maupun waktunya.

Sedangkan menurut Ellen Christina, dkk cash budget sebagai alat perencanaan perusahaan mempunyai tujuan sebagai berikut:
1.      Menentukan posisi kas pada berbagai waktu dengan membandingkan uang kas masuk dengan uang kas keluar.
2.      Memperkirakan kemungkinan terjadinya defisit atau surplus.
3.      Mempersiapkan keputusan pembelanjaan jangka pendek dan jangka panjang, dimana bila terjadi defisit, perusahaan perlu mencari dana tambahan baru dan sebaliknya bila perusahaan mengalami surplus maka perusahaan harus memilih alternatif penggunaan yang paling menguntungkan.
4.      Sebagai dasar kebijakan pemberian kredit.
5.       Sebagai dasar otoritas dana anggaran yang disediakan.

6.      Sebagai dasar penilaian terhadap realisasi pengeluaran kas sebenarnya. Anggaran kas yang dikelola dengan baik sangat diperlukan dalam perusahaan, karena anggaran kas merupakan proyeksi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam periode tertentu

2.3  Pendekatan Penyusunan Anggaran Kas
1.      Anggaran kas jangka pendek yang merupakan alat operasional pengendalian kas sehari-hari . Jangka waktunya disesuaikan dengan anggaran tahunan. Anggaran kas seperti ini berfungsi sebagai alat pemberian otorisasi kas keluar secara terus menerus disesuaikan dengan arus kas masuk dan situasi keuangan pada umumnya. Perusahaan dapat menyusun anggaran kas jangka pendek, bisa mingguan, bulanan atau kuartalan untuk tujuan pemenuhan kebutuhan kas. Pendekatan kas masuk dan kas keluar Metode ini didasarkan pada analisis naik dan turun kas yang dianggarkan yang mencerminkan semua arus kas masuk dan arus kas keluar dari anggaran penjualan, anggaran biaya/ beban dan anggaran tambahan produk modal. Metode ini sering digunakan untuk anggaran kas jangka pendek sebagai bagian dari rencana tahunan, 
2.    Anggaran kas jangka panjang. Meliputi jangka waktu lima tahun sampai dengan jangka waktu sepuluh tahun. Bilamana corporate plan, maka jangka waktu anggaran jenis ini harus disesuaikan dengan waktu yang tercakup dalam corporate plan tersebut. Kegunaan dari anggaran kas ini adalah untuk mengetahui kemampuan perusahaan di dalam menambah dana dari sumber- sumber intern dan sekaligus memperkirakan saldo akhir tahun dari 7 tiap-tiap anggaran. Anggaran kas jangka panjang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan kebijaksanaan keuangan. Pendekatan akunting keuangan Titik tolak dari pendekatan ini adalah laba bersih diubah dari dasar akrual menjadi anggaran kas, artinya disesuaikan dengan perubahan rekening penundaan rekening bukan kas, seperti: beban/ biaya terutang, beban/ biaya bayar dimuka, depresiasi/ penyusutan/ penghapusan/ amortisasi. Metode ini lebih cocok untuk anggaran kas jangka panjang. Metode ini dikatakan pendekatan akunting keuangan karena cara penyusunan anggaran kas berdasarkan ikhtisar laba rugi dan rencana yang dihasilkan akunting keuangan. 
2.4              SEKTOR BUDGET KAS
Ada dua jenis sektor kas
1.   Sektor Penerimaan Kas
     Penjualan tunai Barang Jadi yang diproduksikan,  Penagihan Piutan, 
2.      Sektor Pengeluaran Kas
   Pembelian tunai Bahan Mentah,  Pembayaran Utang,  Pembayaran Upah Tenaga Kerja Langsung,   Pembayaran Beaya Pabrik Tidak Langsung,  
2.5              Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Anggaran Kas
1.      Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan kas, antara lain:
  Anggaran penjualan,  Keadaan persaingan di pasar,Posisi perusahaan dalam persaingan,Anggaran perubahan aktiva tetap,  Rencana-rencana perusahaan tentang penerimaan-penerimaan kas dari sumber lain-lain (no operating), seperti misalnya penghasilan bunga, penghasilan sewa, penghasilan dividen, dan sebagainya.
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran kas
   Anggaran pembelian bahan mentah,Keadaan persaingan, .Posisi perusahaan terhadap pihak supplier,  Syarat pembayaran Anggaran upah tenaga kerja langsung, ya pabrik tidak langsung yang harus dibayar, akan semakin besar pula pengeluaran kas yang akan dilakukan,Anggaran biaya administrasi. Semakin besar biaya administrasi yang harus dibayar, Anggaran perubahan aktiva tetap, . Rencana-rencana perusahaan tentang pengeluaran-pengeluaran kas  
2.6              BENTUK ANGGARAN KAS
Menurut Rusdianto format anggaran kas terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
1.    Aktifitas operasi,  Karena itu di dalam aktifitas tersebut tercakup beberapa aktifitas utama, sebagai berikut:
a)      Penjualan produk perusahaan
b)      Penerimaan piutang dari aktifitas penjualan kredit
c)      Pendapatan dari sumber diluar usaha utama
d)     Pembayaran tenaga kerja
e)      Pembelian bahan baku
f)       Pembayaran biaya-biaya overhead
g)      Pembayaran biaya-biaya pemasaran
h)      Pembayaran biaya-biaya administrasi dan umum 
2.      Aktifitas investasi, adalah berbagai aktifitas yang terkait dengan pembelian dan penjualan harta perusahaan 
3.      Aktifitas pembiayaan, adalah semua aktifitas yang berkaitan dengan upaya untuk mendukung operasi perusahaan 
2.7.      Teknik Penyusunan Anggaran kas
 Teknik penyusunan anggaran kas biasanya dilakukan dalam beberapa tahap, yang secara garis besarnya sebagai berikut:
1.   Menyusun estimasi penerimaan kas 
2.      Menyusun estimasi pengeluaran kas (cash outflow)
3.      Menggabungkan kedua estimasi tersebut dalam bentuk arus kas (cash flow) 
4.    Jika terjadi defisit atau saldo akhir dalam arus kas lebih rendah daripada persediaan kas yang ditetapkan perusahaan

5.   Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran adanya transaksi finansial. 
PT UNPAM 552
Anggaran Penerimaan Dan Pengeluaran Kas
Januari-Juni 2016

Keterangan
Anggaran Penerimaan Dan Pengeluaran Kas (dalam ribuan Rupiah)
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Estimasi Penerimaan Kas:






Hasil penjualan tunai
400
500
730
960
800
900
Piutang yang terkumpul
400
500
650
760
660
670
Penerimaan lainnya
200
200
220
180
140
124
Jumlah Penerimaan Kas
1000
1200
1600
1900
1600
1604
Estimasi Pengeluaran Kas:






Pembelian bahan baku secara tunai
600
600
500
550
600
600
Pembayaran upah buruh
250
250
200
250
250
300
Biaya penjualan
200
250
200
200
250
230
Biaya administrasi dan umum
350
350
400
400
400
420
Pajak penghasilan
-
-
100
-
-
-
Jumlah pengeluaran kas
1400
1500
1400
1400
1500
1550
Surplus (Defisit)
(400)
(300)
200
500
100
144

a.       Menyusun skedul penerimaan dan pembayaaran pinjaman bank beserta bunganya
1.      Menentukan besarnya pinjaman yang akan diminta
Besarnya deficit kas pada bulan januari sebesar Rp. 400.000 dan bulan februari sebesar Rp. 300.000 maka perlu ditentukan berapa besarnya pinjaman pada bulan januari dan bulan februari tahun 2016
Ø  Besarnya pinjaman minimal pada bulan januari
Xj = deficit + kas minimal – saldo kas awal Thn + besarnya bunga pinjaman
Xj = 400.000 + 50.000 – (100.000 + 1 % )
Xj = 450.000 – 100.000 – 0,01 Xj
Xj – 0,01 Xj = 350.000
                Xj = 353.535,3535
                  Xj= 353.536
Ø  Besarnya pinjaman pada bulan februari
Besarnya tambahan pinjaman pada bulan februari (Xp)
Xp = deficit kas + kas minimal – saldo kas feb + besarnya bunga
Xp = 300.000 + 50.000 – (50.000 + 1 % Xp)
Xp-0,01 Xp = 300.000
        0,99 Xp = 300.000
                        Xp = 303.030,303 = 303.031
2.      Menyusun skedul penerimaan dan pembayaran pinjaman bank beserta bungannya
PT UNPAM 552
Skedul Penerimaan dan pembayaran Pinjaman Bank Beserta bungannya
Januari – juni 2016
keterangan
jan
feb
Mar
Apr
mei
jun
Saldo awal bunga

100.000
50.000
50.000
243.433
545.333
178.663
Terima pinjaman awal bunga
353.536
306.567
-
-
-
-
Angsuran pinjamaawal bulan
-
-
-
193.433
466.670
-
Kas tersedia pada awal bulan
453.536
306.567
50.000
50.000
78.663
178.663
Surplus (deficit)
400.000
300.000
200.000
500.000
100.000
144.000
Pembayaran bunga akhir bulan
3.536
6.567
6.567
4.667
-
-
Saldo akhir bulan
50.000
50.000
243.433
545.333
178.663
322.663
Pinjaman kumulatif awal bulan
353.536
660.103
660.103
466.670
-
-






b.      Anggaran kas final (gabungan antara transaksi operasional kas dan transaksi financial kas) selama 6 bulan
PT UNPAM 552
Anggaran Kas
Januari-Juni 2016

Keterangan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
I
Saldo kas awal bulan
100.000
50.000
50.000
234.433
545.333
178.663
II
Penerimaan Kas:







1.      Hasil penjualan tunai
400.000
500.000
730.000
960.000
800.000
900.000

2.      Piutang yang terkumpul
400.00
500.000
630.000
760.000
660.000
670.000

3.      Pinjaman dari Bank
353.536
306.567
-
-
-
-

4.       Penerimaan lainnya
200.000
200.000
220.000
180.000
140.000
124.000

Jumlah penerimaan kas
1.353.536
1.506.567
1.600.000
1.900.000
1.800.000
1.694.000

Jumlah Kas Keseluruhan
1.453.536
1.556.567
1.650.000
2.143.433
2.145.333
1.872.663
III
Pengeluaran Kas:







1.      Pembelian bahan baku secara tunai
600.000
600.000
500.000
550.000
600.000
600.000

2.      Pembayaran upah buruh
250.000
250.000
200.000
250.000
250.000
300.000

3.      Biaya penjualan
200.000
300.000
200.000
200.000
250.000
230.000

4.      Biaya administrasi dan umum
350.000
350.000
400.000
400.000
400.000
420.000

5.      Pajak penghasilan
-
-
100.000
-
-
-

6.      Pembayaran bunga
3.536
6.567
6.567
4.667
-
-

7.      Angsuran Pinjaman
-
-
-
193.433
466.670
-

Jumlah Pengeluaran Kas
1.403.536
1.506.567
1.406.567
1.598.100
1.966.670
1.550.000
IV
Saldo Kas Akhir Bulan
50.000
50.000
243.433
545.333
178.663
322.663


Komentar